Badan POM sebagai otoritas pengawas obat dan makanan di Indonesia memiliki visi mewujudkan sediaan farmasi dan pangan olahan yang aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mendukung masyarakat sehat dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mendukung visi tersebut, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik menyelenggarakan Kick Off Akselerasi Maturitas Industri Kosmetik Tahun 2026 dengan tema Peningkatan Maturitas Pelaku Usaha dalam Memenuhi Regulasi. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Surabaya pada 2–3 Maret 2026.
Program Akselerasi Maturitas Industri Kosmetik merupakan salah satu program prioritas BPOM untuk mendorong industri kosmetik tumbuh sehat, kuat, dan kompetitif. Melalui program ini, pelaku usaha didorong untuk meningkatkan penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) secara menyeluruh melalui mitigasi risiko dan pendampingan yang terarah dari BPOM.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa maturitas industri ditandai dengan sistem mutu yang berjalan efektif, terdokumentasi dengan baik, berbasis manajemen risiko, serta mampu menjamin konsistensi keamanan dan mutu produk secara berkelanjutan. “Maturitas juga berarti budaya mutu telah melekat dalam setiap proses produksi”, tambah Taruna Ikrar.
Dalam kegiatan Kick Off ini, industri kosmetik yang menjadi peserta program menandatangani komitmen untuk mengikuti seluruh tahapan program Akselerasi Maturitas. Komitmen tersebut juga dilakukan oleh Kepala UPT BPOM setempat yang akan mengawal pelaksanaan program di wilayahnya. Untuk tahun ini, industri kosmetik yang mengikuti program tersebut sebanyak 30 industri yang tersebar di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
BPOM juga menyerahkan nomor izin edar kepada pelaku usaha kosmetik, obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan yang telah didampingi selama proses pengajuan. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Kashuri, menegaskan bahwa BPOM akan terus memberikan pendampingan agar kepatuhan terhadap regulasi menjadi budaya kerja yang berkelanjutan, sekaligus mendukung perlindungan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, BPOM juga memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha melalui desk pelayanan publik serta tindak lanjut hasil pengawasan. Kegiatan ini diikuti oleh 96 pelaku usaha selama dua hari pelaksanaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan maturitas pelaku usaha dalam memenuhi regulasi dapat terus meningkat sehingga mendorong terwujudnya industri nasional yang semakin kompetitif di tingkat global.
Direktorat Pengawasan Kosmetik