Jakarta, 2 Juni 2025 – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat peningkatan aktivitas ekspor kosmetik sepanjang periode 2021 hingga Maret 2025. Selama kurun waktu tersebut, BPOM telah menerbitkan sebanyak 1.468 Surat Keterangan Ekspor (SKE) untuk 5.728 item produk kosmetik dari berbagai pelaku usaha di dalam negeri. SKE yang dikeluarkan mencakup beberapa jenis sertifikat, yakni Health Certificate, Certificate of Pharmaceutical Product, dan Surat Keterangan Good Manufacturing Practices (GMP). Terdapat 82 perusahaan yang tercatat melakukan ekspor kosmetik, dengan rincian 6 perusahaan berskala industri kecil, 7 perusahaan menengah, 69 perusahaan berskala industri besar.
Terdapat 10 jenis sediaan kosmetik yang paling banyak diekspor. Produk perawatan rambut mendominasi dengan 1.187 item, disusul oleh sediaan rias mata dan wajah sebanyak 942 item, serta produk wewangian sebanyak 909 item. Jenis lain yang juga populer di pasar ekspor antara lain krim dan gel kulit (652 item), deodoran dan antiperspiran (367 item), sabun mandi (298 item), sediaan mandi seperti garam dan minyak (267 item), produk perawatan bibir (235 item), sediaan perawatan gigi dan mulut (194 item), serta tabir surya (128 item).
Adapun negara tujuan ekspor terbanyak meliputi Vietnam (351 SKE), Kamboja (200 SKE), Uni Emirat Arab (121 SKE), Malaysia (93 SKE), dan Myanmar (86 SKE).
Langkah ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing industri kosmetik nasional di pasar global, sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor kosmetik dalam negeri