Gerakan Budaya Sadar Risiko, Direktorat Pengawasan Kosmetik Perkuat Pengawasan Berbasis Manajemen Risiko

31-03-2026 Umum Dilihat 178 kali

Jakarta – Direktorat Pengawasan Kosmetik BPOM RI menyelenggarakan Gerakan Budaya Sadar Risiko (GEBYAR) untuk memperkuat pengawasan yang efektif dan adaptif melalui penerapan manajemen risiko. Kegiatan ini bertujuan menanamkan budaya kerja yang menjadikan pengelolaan risiko sebagai bagian integral dalam setiap proses bisnis. Budaya sadar risiko mendorong pegawai untuk mengedepankan identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas.

GEBYAR dilaksanakan secara hybrid pada 31 Maret 2026 dan dihadiri oleh seluruh pegawai Direktorat Pengawasan Kosmetik dan perwakilan unit kerja di Kedeputian 2. Dalam sambutannya, Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM RI menegaskan bahwa tantangan pengawasan kosmetik yang semakin kompleks, termasuk perkembangan industri dan dinamika peredaran produk, menuntut pendekatan berbasis risiko yang lebih komprehensif. Hal ini sejalan dengan strategi BPOM dalam memperkuat pengawasan berbasis analisis risiko guna menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk kosmetik yang beredar di masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Inspektorat II yang menyampaikan penguatan pemahaman terkait identifikasi risiko, analisis dampak, dan langkah mitigasi dalam pengawasan. Selain itu, dilanjutkan dengan sharing session bersama Direktorat Registrasi Pangan Olahan dan Biro Sumber Daya Manusia mengenai praktik baik dalam penerapan manajemen risiko di lingkungan kerja masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pengambilan keputusan meningkat, respons terhadap risiko lebih cepat, serta terbentuk budaya kerja yang proaktif dan akuntabel. Implementasi budaya sadar risiko akan terus diperkuat melalui sosialisasi, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan.

Direktorat Pengawasan Kosmetik

Sarana